Home » Headline

Rawa Sumatera Terancam Hilang

31 December 2009 9,454 views No Comment

Kebakaran-Hutan

Berbagai organisasi lingkungan sedunia meminta Pemerintah Indonesia menyelamatkan hutan rawa gambut di Sumatera. Pembalakan liar dan alih fungi lahan menjadi Hutan Tanaman Industri (HTI) menjadi ancamannya.

Penegasan itu disampaikan bersama oleh NGO Internasional, CAPPA, Robin Wood dan Friends of Earth, Jikalahari dari Indonesia dalam siaran pers yang diterima detikcom, Kamis (20/04/2006). Mereka menyatakan, salah satu hutan gambut tropis terbesar di dunia berada di Sumatera.

Hutan bergambut itu diperkirakan akan segera hilang akibat penebangan liar dan alih fungsi menjadi tanaman industri oleh perusahaan kertas APRIL dan APP. Aktivis Jikalahari, Zulfahmi menjelaskan, semenanjung Kampar Provinsi Riau masih memiliki lebih dari 400,000 hektar hutan rawa gambut.

Itu adalah salah satu hutan dataran rendah terbesar di Sumatera. Kawasan ini merupakan habitat bagi Harimau Sumatera dan beberapa species yang terancam punah. Karbon yang dikeluarkan akibat Kerusakan pada kawasan hutan rawa berpengaruh terhadap perubahan iklim global.

“Hutan di Riau terus dirusak untuk memenuhi permintaan bubur kayu dan perusahaan kertas APP dan APRIL,” kata Zulfahmi. Kedua perusahaan kertas mengalihfungsikan lebih dari satu juta hektar hutan untuk pemenuhan bahan baku.

Dalam dua tahun terakhir APRIL telah menghabiskan 50,000 hektar hutan rawa gambut di Kabupaten Pelalawan dan pembangunan jalan untuk mengakses semenanjung Kampar. Studi dilakukan ProForest, selaku konsultan APRIL, menyatakan perusahaan itu merusak keseimbangan “water level” dari rawa gambut semenanjung Kampar.

Jalan yang membelah hutan bergambut itu, bisa merusak keseluruhan ekosistem rawa. Padahal sejak pertengahan tahun lalu, berbagai organisasi lingkungan sudah meminta pemerintah agar kawasan tersebut dijadikan Taman Nasional.

“Hal itu penting untuk menghentikan beberapa aktifitas penebang liar yang dilakukan masyarakat atau industri,” kata Rully Syumanda, forests campaigner dari Friends of the Earth Indonesia.

Organisasi lingkungan ini menuntut pemerintah menghentikan segala aktivitas penebangan kayu untuk kepentingan dua pabrik kertas di Riau. “Sepanjang APRIL dan APP mengkonversi hutan alam, rekanan bisnis, pemerintah dan NGO perlu membekukan hubungan mereka dengan perusahaan ini,” kata Jans Witing dari RobinWood.

Sumber: DetikNews

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading ... Loading ...

Comments are closed.