Home » News

ASEAN Turun Tangan Hentikan Asap

2 January 2010 4,249 views No Comment

Lima negara ASEAN bersedia membantu menanggulangi kebakaran hutan dan lahan di Indonesia. Keputusan kelima negara itu disampaikan setelah delegasi mereka melihat langsung kondisi kebakaran lahan di Indonesia. “Kami melihat langsung dan akan turut membantu,” kata ketua delegasi Brunei, Rahim O.K. Haji Abdullah, sesuasi pertemuan khusus kelima negara ASEAN soal kabut asap, di Pekanbaru Riau.

Kesiapan ASEAN membantu Indonesia disampaikan seusai pertemuan di Pekanbaru kemarin. Pertemuan itu dihadiri Menteri Lingkungan Singapura Yacob Ibrahim dan sembilan delegasi Malaysia yang dipimpin Datuk Sri Azmi Khaliq, tiga delegasi Brunei Darussalam yang dipimpin Abdullah, serta lima delegasi Thailand yang dipimpin Siravich Panichyat.

Kebakaran Hutan

Menurut Abdullah, para delegasi datang ke Riau untuk melihat langsung kebakaran hutan di Indonesia. Delegasi Singapura pun mengakui kondisi kabut asap di wilayah Indonesia sudah mengkhawatirkan. Singapura, kata Yacob Ibrahim, akan turut serta membantu mengatasi sumber asap. Malaysia dan Singapura adalah dua negara yang paling besar terkena dampak kabut asap Indonesia dan telah menyampaikan protes.

Menurut juru bicara pertemuan itu, Desra Percaya, ASEAN memahami kesulitan Indonesia menangani kebakaran hutan dan lahan yang mengakibatkan kabut asap. Maka pemerintah masing-masing negara sepakat mengatasi kebakaran lahan dan hutan disemua negara ASEAN. Kesepahaman ini ditindaklanjuti dalam rumusan kerja sama penanggulangan kebakaran lahan dan hutan ASEAN.

Meskipun begitu, delegasi Indonesia yang berjumlah 12 orang di bawah Menteri Negara Lingkungan Hidup Rachmat Witoelar dan Menteri Kehutanan M.S. Kaban menyatakan ketidaksiapan Indonesia meratifikasi joint statement tentang penanggulangan bersama kabut asap di Asia Tenggara. “(Indonesia) masih akan membahasnya dan sudah mengusulkannya ke DPR,” kata Rachmat beralasan.

Ketidaksiapan Indonesia, kata Rachmat, soal luas dan karakteristik lahan gambut yang gampang tersulut api tapi susah dipadamkan. Namun, katanya, negara peserta pertemuan telah mamahami bahwa Indonesia sudah berusaha keras mengatasi kabut asap. Para delegasi juga sepakat bertemu lagi awal November nanti. Mereka berencana melakukan workshop sambil mendatangkan ahli dan alat mutakhir untuk menanggulangi kebakaran lahan.

Beberapa jam sebelum pertemuan, ratusan aktivis lingkungan Riau menggelar unjuk rasa. Mereka mengusung sejumlah poster yang antara lain bertuliskan “Hukum pembakar lahan,” “Tangkap Sukanto Tanoto dan Tutup Pabrik Kerta IKPP dan RAPP”, dan “M.S. Kaban harus mundur”. Namun, aksi demo dibubarkan 250 polisi.

Direktur Wahana Lingkungan Hidup Jhoni S. Mundung mengatakan Malaysia dan Singapura semestinya juga menyiapkan langkah menghentikan aliran kayu ilegal dari Indonesia. Sebab, penampungan kayu ilegal terkait dengan pembakaran lahan. Pertemuan itu, kata dia, terkesan hanya menonjolkan ketidakmampuan Indonesia menanggulangi asap. (Sumber: Koran Tempo, 14 Oktober 2006).

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading ... Loading ...

Comments are closed.