Prospek dan Strategi Pengembangan Jagung di Lahan Rawa Lebak Provinsi Jambi

oleh Robiyanto H. Susanto, Trisbani Arief, R.B. Pramono, dan M. Yazid

Abstrak

Lahan rawa baik yang berupa rawa pasang surut dan non-pasang surut (lebak) di Provinsi Jambi merupakan lahan potensial untuk pembangunan pertanian. Prospek lahan rawa lebak sebagai salah satu lahan potensial di Provinsi Jambi untuk pengembangan tanaman jagung perlu dipelajari. Identifikasi dan karakterisasi lahan lebak secara rinci dan cermat digunakan untuk menentukan: hidotopografi lahan, kesesuaian lahan, sasaran calon lokasi, luas areal, calon petani atau kelompok tani, peluang untuk peningkatan intensitas pertanaman, ketersediaan tenaga kerja, permasalahan dan kendala yang dihadapi dalam pengembangan-pengembangan tanaman jagung.

Pengembangan tanaman jagung di lahan lebak Provinsi Jambi membutuhkan beberapa tahapan kerja untuk mendapatkan hasil yang optimal. Strategi pengembangan ini dapat dikelompokkan menjadi: a) Pemetaan sebaran lahan rawa, kondisi iklim, hidrologi di provinsi Jambi; b) Pemetaan lahan rawa lebak potensial, potensial bersyarat, tidak potensial untuk tanaman jagung; c) Gambaran permasalahan produksi jagung di lahan rawa; d) Kondisi sosial budaya dan Kelembagaan Pendukung; e) Model-model pengembangan tanaman jagung di lahan rawa; f) Adaptasi tanaman dan pola tanam dengan kondisi alam; g) Rekayasa kondisi alam agar sesuai kebutuhan tanaman; h) Adaptasi tanaman dan Rekayasa Lingkungan; i) Pilot area untuk uji coba; j) Revisi model dan replikasi; k) Penguatan kelembagaan dan peran serta (rola sharing, cost sharing); l) Kebijakan Pemerintah Daerah untuk Pengembangan Kawasan Terpadu. Strategi pengembangan jagung di lahan lebak Provinsi Jambi ini masih perlu didiskusikan antar stake holders yang ada.

By | 2010-12-09T11:10:55+00:00 December 9th, 2010|Makalah|1 Comment

About the Author:

One Comment

  1. Monex Investigation December 14, 2010 at 9:19 am - Reply

    Rawa adalah lahan dengan kemiringan relatif datar disertai adanya genangan air yang terbentuk secara alamiah yang terjadi terus-menerus atau semusim akibat drainase alamiah yang terhambat serta mempunyai ciri fisik bentuk permukaan lahan yang cekung kadang-kadang bergambut ciri kimiawi derajat keasaman airnya terendah dan ciri biologis terdapat ikan-ikan rawa tumbuhan rawa dan hutan rawa. Di Indonesia lahan rawa diperkirakan seluas 33 4 juta ha sekitar 60 20 juta Ha diantaranya merupakan lahan rawa pasang surut dan 40 persen selebihnya 13 4 juta Ha adalah lahan rawa non pasang surut.

Leave A Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.