Strategi Operasi Pengendalian Muka Air Tanah untuk Pertanian Rawa Pasang Surut Sumatera Selatan

Oleh: Momon Sodik Imanuddin/Mahasiswa Program Doktor Ilmu-ilmu Pertanian BKU Pengelolaan Lahan, Program Pascarjana Universitas Sriwijaya. Dibimbing oleh: Mustika Edi Armanto, Robiyanto Hendro Susanto dan Siti Masreah Bernas.

Abstrak

TesisKonsep pengembangan rawa secara umum yaitu dibagi dua yaitu Konservasi rawa dan Konversi rawa, pengaturan konservasi rawa yaitu rawa yang perlu dilindungi (perlindungan, pengawetan) dan rawa yang perlu ditingkatkan fungsi dan manfaatnya (reklamasi rawa). Rawa yang sudah direklamasi dapat diperuntukkan sebagai lahan pertanian, perkebunan, perikanan dan lain-lain.

Penelitian ini secara umum bertujuan untuk menyusun Strategi Operasi Pengendalian Muka Air Di Daerah Reklamasi Rawa Pasang Surut Untuk Budidaya Tanaman Pangan. Sebagai tanaman indikator digunakan tanaman padi dan jagung. Lokasi penelitian adalah daerah reklamasi pasang surut Delta Telang I Primer 8 sebagai wakil tipologi lahan A dan di delta Saleh primer 10 sebagai wakil di lahan tipologi C. Monitoring agrohidrologi dilakukan pada petak tersier 4, dan 6 untuk Delta Saleh dan tersier 2, dan 5 untuk di Telang I.

Dalam kaitannya dengan lahan yang direklamasi yaitu daerah pasang surut Telang dan Saleh yang saat ini pola pemanfaatannya belum maksimal maka dalam studi ini akan diuji beberapa alternatif pengembangan. Skenario yang akan disusun adalah berdasarkan beberapa pertimbangan yaitu kondisi lahan, sistem jaringan dan karekter hidro-klimatologi. Berdasarkan kuantifikasi data tersebut maka skenario pola pemanfaatan lahan dapat disusun. Adapun rancangan awal skenario pola pemanfaatan lahan untuk daerah tipologi A (basah) adalah penggunaan padi-padi-jagung; dan untuk lahan tipologi C (kering) adapun padi tadah hujan-jagung-konservasi. Komputer model Duflow dan Drainmod digunakan sebagai alat bantu dalam penyusunan dan pengujian berbagai skenario untuk selanjutnya didapatkan rekomendasi terpilih.

Adaptasi model dilapangan menunjukkan bahwa konsep koservasi dan reklamasi lahan bisa dilakukan secara bersamaan apabila petani mampu melakukuan pengendalian muka air dengan baik. Muka air tanah yang diatur sesuai dengan kebutuhan tanaman, akan mampu meminimalkan pengaruh oksidasi pirit dan juga penurunan muka tanah (subsidence).

Penelitian ini juga mampu menyusun strategi pola pemanfaatan lahan. Pendekatan muka air tanah relatif terhadap ketinggian lahan dirasa sangat tepat dalam menentukan potensi pola tanam yang bisa dikembangkan. Masing-masing pola penggunaan lahan ini telah di buatkan standar operasi pengelolaan air untuk tingkat tersier (usaha tani). Untuk menyusun standar operasi dilapangan dengan baik dan benar maka diperlukan pembangunan sistem monitoring hidrologi di masing-masing wilayah delta pengembangan. Paling tidak pengamatan rutin harian selama satu tahun dilakukan pada kondisi iklim basah, normal dan kering. Untuk selanjutnya komputer model mampu memprediksi pola dinamika muka air harian sesuai rencana pola pemanfaatan lahan.

Kata Kunci: DRAINMOD; Rawa pasang surut; Pengelolaan air, Standar operasi

By | 2010-12-28T14:42:50+00:00 December 25th, 2010|Penelitian S3|1 Comment

About the Author:

One Comment

  1. rendi subagio October 8, 2011 at 2:45 pm - Reply

    Assalamu’alaykum, salam sejahtera

    Salam kenal

    Saya tertarik mengenai fenomena pasang surut disepanjang aliran sungai, dan kebetulan ada rencana untuk melakukan penelitian di daerah aliran sungai Merang, Desa Muara Merang, Kecamatan Bayung Lencir. Bagaimana caranya agar saya bisa mendapatkan referensi mengenai pasang surut di daerah rawa. mohon kirimkan alamat agar saya bisa mendapatkan referensi tersebut.

    Terima kasih

    Wassalamu’alykum

Leave A Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.