Pengalaman Pemanfaatan Lahan Rawa di Sumatera Selatan untuk Penanganan Lahan Eks-PLG di Kalimantan Tengah

oleh Robiyanto H. Susanto, A. Trisbani, M. Sapri, M. Yazid, dan R.B. Pramono

Abstrak

Pemanfaatan lahan rawa untuk pertanian tanaman pangan dan hortikultura di Sumatera Selatan memberikan kontribusi yang nyata terhadap total produksi padi Sumatera Selatan (2 juta ton pada tahun 2003) yang berasal dari rawa lebak (28,6%) dan rawa pasang surut (30%). Pemanfaatan lahan rawa pasang surut untuk pertanian tanaman pangan mempunyai masalah on-farm (penyiapan lahan, tenaga kerja, sarana produksi pertanian, tanah, tata air, dan hama penyakit tanaman), off-farm (panen, perontokan gabah, pengeringan, penyimpanan, pemasaran, dan harga), serta masalah-masalah kelembagaan, transportasi, penyuluhan, prasarana pendukung, dan permodalan. Selain untuk tanaman padi dan hortikultura, pemanfaatan lahan rawa pasang surut juga untuk perkebunan, perikanan, hutan tanaman industri, konservasi sumberdaya alam, dan ekowisata.

Masalah dan kendala yang dirasakan dalam pemanfaatan lahan rawa ini adalah: pemanfaatan satu fungsi (sektoral), ketersediaan data dan informasi yang akurat, pemahaman yang keliru, pemilihan lokasi dan program yang kurang tepat, program mendadak, keberlanjutan, koordinasi, transportasi, air bersih dan sanitasi lingkungan, konservasi sumberdaya alam, kependudukan dan konflik antar suku, dan pembiayaan.

Pendekatan yang dilakukan untuk memecahkan masalah pemanfaatan lahan rawa pasang surut ini adalah pembagian tugas sesuai dengan kewenangan, konsistensi dan komitmen, bantuan teknis, kelompok kerja, pengembangan sumberdaya manusia, pendidikan dan latihan, model area yang termonitor dan terevaluasi, seminar-lokakarya, pelayanan database dan informasi, pengembangan kerangka penelitian dan pengembangan, jaringan kerjasama, integrasi pengembangan dalam satu kawasan terpadu, pendekatan multi fungsi.

Berdasarkan pengalaman dan pelajaran dalam pemanfaatan lahan rawa Sumatera Selatan dan kondisi yang ada di lahan rawa eks-PLG di Kalimantan Tengah, maka prospek pemanfaatan lahan eks-PLG perlu memperhatikan : potensi rawa untuk peningkatan kesejahteraan penduduk, pemetaan masalah dan penyamaan visi penanganan, delineasi dan pengelompokan masalah, penyusunan skala prioritas program, pendekatan partisipatif, peningkatan kapasitas kelembagaan pemerintah daerah, sinergi pembangunan antar daerah, pembagian peran pembangunan (role sharing dan cost sharing), pendekatan kawasan dan multi fungsi, peningkatan peran perguruan tinggi dan lembaga litbang, penyediaan data dan informasi, kerjasama dan komunikasi antar stake holder (networking).

By | 2010-12-09T10:39:19+00:00 December 9th, 2010|Makalah|0 Comments

About the Author:

Leave A Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.