Home » Archive

Artikel-artikel untuk kategori Makalah

Makalah »

[20 Dec 2010 | One Comment | 1,204 views]

By: Momon Sodik Imanudin, Armanto, M. E., Robiyanto Hendro Susanto.
Abstract
The study objective was to develop a water management operational plan at tertiary blocks for rice and corn crops growth. Study area was reclaimed tidal lowland located at Primer 10, Delta Saleh, Banyuasin, South Sumatra, Indonesia This area was classified as C-typhology land (dry). The study method were: survey, field measurements, computer simulation, and field action research. Study stages were consisted of survey and monitoring, water status evaluation, water management scenarios design, model simulation, and …

Makalah »

[20 Dec 2010 | Comments Off | 1,039 views]

By: Imanudin M.S, Armanto Edi, Robiyanto Hendro Susanto, and Bernas, Siti Masreah.
Abstract
The research objective is to evaluate the water status in the tertiary block of tidal lowland reclamation areas for developing water management strategies and cropping pattern for food crop agriculture. The research was conducted in tidal lowland reclamation areas of Delta Saleh South Sumatera. The methodology used in this research was survey and monitoring. The result showed that the study area has a potential of acid sulfate soil which is indicated by pyrites …

Makalah »

[20 Dec 2010 | Comments Off | 1,398 views]

By: Prof. Dr. Ir. Robiyanto Hendro Susanto,. M. Agr. Sc. and Dina Muthmainnah.
Abstract
Non tidal lowlands (lebak) is an ecosystem nearby the rivers and alternately changing from aquatic habitat during the rainy season and terrestrial habitat during the dry season. The dominant vegetations are grasses ( i.e. kumpai – graminae) rooted at the base with leaves and stems on the surface. In aquatic ecosystems, these swamps are habitat for many species of freshwater fishes and other wild animals. Water bufflow is a large ruminant that …

Makalah »

[20 Dec 2010 | Comments Off | 2,655 views]

Oleh: Prof. Dr. Ir. Robiyanto Hendro Susanto,. M. Agr. Sc.
Abstrak
Lahan rawa, baik yang tanah mineral ataupun gambut, berupa rawa pasang surut dan non-pasang surut (lebak) di Indonesia (33.3 juta ha) sebagian besar merupakan lahan konservasi dan kehutanan serta sebagian lainnya potensial untuk pengembangan pertanian (termasuk perikanan, perkebunan, peternakan, hutan tanaman, pemukiman). Optimalisasi lahan rawa untuk pengembangan pertanian yang sudah ada (4.0 juta ha) perlu dipelajari dengan seksama mengingat potensinya untuk mendukung kedaulatan dan ketahanan pangan Indonesia. Identifikasi dan karakterisasi lahan dan air secara …

Makalah »

[16 Dec 2010 | Comments Off | 1,034 views]

by: Unna Chokkalingam, Suyanto, Rizki Pandu Permana, Iwan Kurniawan, Josni Mannes, Andy Darmawan, Noviana Khususyiah, and Robiyanto Hendro Susanto
Abstract
Fire is an important community wetland management tool in Indonesia, but its increasing use in the wetlands of southern Sumatra is degrading the landscape and diminishing household incomes and livelihood options. We studied evolving community land and fire use, resource and livelihood impacts on two sites of roughly 250 km² each using satellite image analysis and biological and socio-economic surveys. Uncontrolled fire use expanded over time …

Makalah »

[15 Dec 2010 | Comments Off | 1,236 views]

Jos Houterman, Mestika Djoeachir, Robiyanto Hendro Susanto, Frank van Steenbergen, on Agriculture and Rural Development Working Paper 14
Indonesia, a nation of 17,000 islands, is well known for its diversity. There are sensitive differences between the densely populated inner islands (Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Irian Jaya, and many others). The inner islands monopolize much of the economic and institutional power in the country. They contain 70 percent of the population. Java, the main island, with 813 inhabitants per km², is among the most densely populated parts …

Makalah »

[9 Dec 2010 | One Comment | 2,076 views]

oleh Robiyanto H. Susanto, Trisbani Arief, R.B. Pramono, dan M. Yazid
Abstrak
Lahan rawa baik yang berupa rawa pasang surut dan non-pasang surut (lebak) di Provinsi Jambi merupakan lahan potensial untuk pembangunan pertanian. Prospek lahan rawa lebak sebagai salah satu lahan potensial di Provinsi Jambi untuk pengembangan tanaman jagung perlu dipelajari. Identifikasi dan karakterisasi lahan lebak secara rinci dan cermat digunakan untuk menentukan: hidotopografi lahan, kesesuaian lahan, sasaran calon lokasi, luas areal, calon petani atau kelompok tani, peluang untuk peningkatan intensitas pertanaman, ketersediaan tenaga kerja, …

Makalah »

[9 Dec 2010 | Comments Off | 2,669 views]

oleh Robiyanto H. Susanto, A. Trisbani, M. Sapri, M. Yazid, dan R.B. Pramono
Abstrak
Pemanfaatan lahan rawa untuk pertanian tanaman pangan dan hortikultura di Sumatera Selatan memberikan kontribusi yang nyata terhadap total produksi padi Sumatera Selatan (2 juta ton pada tahun 2003) yang berasal dari rawa lebak (28,6%) dan rawa pasang surut (30%). Pemanfaatan lahan rawa pasang surut untuk pertanian tanaman pangan mempunyai masalah on-farm (penyiapan lahan, tenaga kerja, sarana produksi pertanian, tanah, tata air, dan hama penyakit tanaman), off-farm (panen, perontokan gabah, pengeringan, penyimpanan, pemasaran, …

Makalah »

[8 Dec 2010 | Comments Off | 1,976 views]

oleh Momon Sodik Imanuddin
Abstrak
Reklamasi Rawa Pasang Surut Sumatera Selatan untuk pertanian di lakukan sejak tahun 1969. Dalam kurun waktu perjalanan selama kurang lebih 30 tahun pembangunan reklamasi rawa, maka beberapa daerah menunjukkan keberhasilan yang nyata, namun masih banyak juga daerah yang belum optimal. Kunci sukses pertanian daerah rawa adalah bagaimana petani mampu menyediakan air di petak tersier untuk kebutuhan tanaman dan pencucian senyawa racun. Penyediaan air sendiri tentu sangat tergantung kepada keberadaan infrastruktur sarana-prasarana pengairan di masing-masing daerah. Saat ini seringkali terjadi penyeragaman …

Makalah »

[8 Dec 2010 | Comments Off | 1,997 views]

oleh Adilita Pramanti, Robiyanto H. Susanto, M. Yazid
Abstrak
Penelitian bertujuan untuk mengetahui perubahan interaksi sosial masyarakat transmigran sebagai akibat adopsi teknologi pengelolaan lahan rawa pasang surut kearah yang dikehendaki (intended change), di Desa Telang Karya, Kecamatan Muara Telang, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan. Populasi penelitian ini adalah masyarakat transmigran di Desa Telang Karya, Kecamatan Muara Telang, Kabupaten Banyuasin, yang terdiri dari 4 petak sekunder yaitu: petak P8-11S (sebanyak 20 responder), petak P8-12S (sebanyak 11 responden), petak P8-13S (sebanyak 16 responden), dan petak P8-14S (sebanyak 19 …