Perubahan Interaksi Sosial Masyarakat Transmigran Sebagai Akibat Adopsi Teknologi Pengelolaan Lahan Rawa Pasang Surut

oleh Adilita Pramanti, Robiyanto H. Susanto, M. Yazid

Abstrak

Penelitian bertujuan untuk mengetahui perubahan interaksi sosial masyarakat transmigran sebagai akibat adopsi teknologi pengelolaan lahan rawa pasang surut kearah yang dikehendaki (intended change), di Desa Telang Karya, Kecamatan Muara Telang, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan. Populasi penelitian ini adalah masyarakat transmigran di Desa Telang Karya, Kecamatan Muara Telang, Kabupaten Banyuasin, yang terdiri dari 4 petak sekunder yaitu: petak P8-11S (sebanyak 20 responder), petak P8-12S (sebanyak 11 responden), petak P8-13S (sebanyak 16 responden), dan petak P8-14S (sebanyak 19 responden). Sampel penelitian berjumlah 11% dari jumlah populasi yang ada, yaitu 66 KK. Teknik penarikan contoh dilakukan dengan menggunakan teknik random sampling. Pengumpulan data penelitian dilakukan dengan mengkombinasikan 3 teknik berikut ini, yaitu, wawancara terstruktur (kuesioner), observasi, wawancara mendalam. Hasil dari penelitian ini adalah berupa derajat hubungan (nilai koeisien korelasi): variabel endogenous (perubahan intraksi sosial masyarakat transmigran) sebagai akibat variabel exogenous (adopsi teknologi pengelolaan lahan rawa pasang surut) yang di dekomposisikan ke dalam 4 tahap pengelolaan lahan rawa pasang surut (pengendalian gulma pra tanam, pengelolaan lahan, pengairan, dan penanaman) masing-masing terhadap 5 komponen perubahan interaksi sosial, yaitu: kerjasama (K), persaingan (P), nilai-nilai tradisional (NT), status sosial ekonomi (SE), dan konflik (KF).

Kata kunci: Telang Karya, Banyuasin, Perubahan Interaksi Sosial, Adopsi Teknologi Pengelolaan Lahan, Rawa Pasang Surut, Transmigrasi.

By | 2010-12-08T11:29:36+00:00 December 8th, 2010|Makalah|0 Comments

About the Author:

Leave A Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.